UNTUK dapat memiliki momongan, kondisi kesuburan pasangan suami istri haruslah sama-sama baik. Pada suami, kemampuan untuk membuahi sel telur ditentukan oleh kualitas sel benih sperma atau spermatozoa. Salah satu penyebab terbesar kelainan spermatozoa adalah varikokel.
Varikokel memang belum banyak dikenal masyarakat. Padahal, keberadaan varikokel ini bisa jadi terdapat pada pria yang sehat.
"Pembuluh darah yang melebar di kaki, biasanya sering ditemukan pada ibu-ibu, disebut varises. Sedangkan bila pembuluh darah vena yang melebar di kantung testis disebut varikokel," jelas Prof Dr dr Akmal Taher SpU(K), salah satu penggagas RS ASRI dalam seminar berjudul "Faktor Spermatozoa Penyebab Infertilitas Pria?" di Hotel Akmani, Jakarta Selatan, Rabu (22/2/2012).
Menurutnya, varikokel terjadi akibat pelebaran pembuluh-pembuluh vena di sekitar skrotum. Varikokel terjadi karena bertambahnya usia sehingga katup tidak berfungsi, selain itu juga dikarenakan kelainan pelebaran kongenital (bawaan lahir) yang menyebabkan katup-katup tersebut tidak terbentuk.
Keberadaan varikokel dalam kantung testis menyebabkan infertilitas pada pria karena mengganggu testis menghasilkan sel-sel spermatozoa. Sehingga akan terjadi pembentukan darah. Darah yang menumpuk pada testis mengakibatkan suhu di area tersebut lebih hangat dan kondisi tersebut kurang baik terhadap pembentukan spermatozoa (spermatogenesis).
"Idealnya suhu testis adalah dua sampai empat derajat Celsius di bawah suhu tubuh. Jika suhunya terlalu tinggi, spermatozoa menjadi matang dan mati sebelum keluar dari testis. Selain itu, terjadi kekurangan oksigen dan penumpukan racun pada testis yang mengakibatkan berkurangnya jumlah spermatozoa (oligospermia), bahkan bisa tidak ditemukan sama sekali spermatozoa (azoospermia)," tambah Ketua Asri Urology Center RS ASRI Dr dr Nur Rasyid SpU.
(tty)