KETIKA pernikahan sudah lebih dari usia setahun, tapi nyatanya belum dikarunia momongan. Wanita sering kali dijadikan subjek yang dipersalahkan. Padahal, faktor ketidaksuburan pria merupakan penyebab utama terjadinya infertilitas (kemandulan) serta menyumbang sebesar 30-40 persen pada ketidaksuburan pasangan suami istri.
Ketika pasangan suami istri sudah menikah selama lebih dari satu tahun dan melakukan sanggama secara teratur tanpa kontrasepsi, tetapi belum memiliki keturunan dapat dikatakan mengalami infertilitas.
Dua faktor utama yang menyebabkan infertilitas pada pria adalah spermatozoa dan non-spermatozoa. Faktor spermatozoa (sel benih pada sperma) dapat disebabkan oleh varikokel, idiopatik, (tidak diketahui), faktor genetik, sumbatan saluran spermatozoa (obstruksi), kelainan bawaan lahir, infeksi menular seksual, dan gangguan hormon. Selain itu, gaya hidup yang tidak sehat dan penggunaan steroid atau hormon yang tidak tepat juga memengaruhi ketidaksuburan pada pria.
Di samping faktor spermatozoa tersebut, terdapat juga faktor non-spermatozoa, misalnya kelainan seksual, seperti gairah rendah, disfungsi ereksi, gangguan ejakulasi atau kelainan bentuk anatomi Mr P sehingga tidak bisa sanggama. Selain itu, faktor lainnya adalah penyebab belum punya momongan karena pasutri jarang sanggama.
Kelainan spermatozoa dapat berupa jumlah (oligo), gerakan (astheno), maupun bentuknya (terato). Bila tidak ditemukan spermatozoa sama sekali, hal ini disebut sebagai azoospermia. Salah satu penyebab terbesar kelainan spermatozoa adalah varikokel, namun hampir setengahnya (48,5 persen) tidak diketahui penyebabnya.
Lantas, apa yang menyebabkan seorang pria mengalami kelainan spermatozoa?
"Gaya hidup masa kini kurang sehat sering kali menjadi penyebab buruknya kualitas spermatozoa. Kebiasaan merokok, minum alkohol, suka berendam di air panas, sauna, memangku laptop saat bekerja, sering memakai celana dalam yang ketat dapat menyebabkan peningkatan suhu testis," tutur Prof Dr dr Akmal Taher SpU(K) dalam seminar "Faktor Spermatozoa Penyebab Infertilitas Pria?" di Hotel Akmani, Jakarta Pusat, Rabu (22/2/2012).
Prof Akmal menambahkan, bahwa pembentukan spermatozoa di testis terjadi pada suhu dua hingga empat derajat Celsius lebih rendah dari suhu tubuh. Jadi, semua yang menaikkan suhu testis seperti yang telah disebutkan sebelumnya dapat mengganggu pembentukan spermatozoa.
"Pada pria yang mengalami infertilitas, gaya hidup yang kurang baik tersebut harus dihilangkan," tegasnya.
(tty)