ANI Yudhoyono menyatakan bangsa Indonesia patut bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa karena telah dianugerah keanekaragaman tumbuhan dan hewan baik di darat dan laut. Bahkan dengan keanekaragaman itu, Indonesia mendapat julukan sebagai negara dengan keanekaragaman hayati yang sangat tinggi.
"Akhir-akhir ini banyak orang menyebut bahwa kunyit putih dapat menyembuhkan penyakit kanker. Nah, ini perlu adanya suatu riset. Saya menghimbau siapa saja, para peneliti dan pabrik-pabrik obat bisa meneliti benarkah kunyit putih dapat menyembuhkan kanker, siapa tahu suatu saat nanti dari sini lahir obat penyembuh kanker yang
ces pleng," kata Ani dalam pidatonya saat peresmian pembukaan seminar nasional "Kanker Masalah Kita Bersama" dalam rangka Peringatan Hari Kanker Sedunia 2012 di Istana Merdeka Kepresidenan, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarat, Rabu (22/2/2012).
Dia berharap, dari keanekaragaman hayati bisa dilakukan penelitian dan dapat bekerja sama dengan negara lain sehingga kemungkinan adanya obat penyembuh kanker bisa ditemukan dari bumi Indonesia.
"Dapat dibangun kerja sama yang saling menguntungkan antara kita dan negara lain untuk meneliti kemungkinan dari bumi Indonesia dapat ditemukan obat penyembuh kanker," katanya.
Menurutnya, penyakit kanker bukan hanya menjadi ancaman bagi Indonesia, melainkan menjadi momok nyata bagi penduduk di seluruh dunia. Karena itu, kanker menjadi masalah bagi seluruh negara tanpa kita dapat menghindarinya.
"Namun kita bisa melakukan kerja sama yang konstruktif antar bangsa, antar ilmuan atau pakar, untuk bersama-sama menemukan cara yang tepat guna mengatasi kanker di masa depan," tandasnya.
Indonesia memperingati Hari Kanker Sedunia setiap 4 Februari. Nampak hadir dalam acara itu antara lain para istri pimpinan daerah serta para pengurus Yayasan Kanker Indonesia (YKI) dari seluruh Tanah Air.
Selain itu, hadir pula Menteri Kesehatan RI Endang Rahayu Sedyaningsih, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI Linda Amalia Sari Gumelar, Ketua Dewan Pembina Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Karlina Umar Wirahadi Kusuma, dan Ketua YKI Nila Moeloek.
(tty)